Tag: puisi

Rintik hujan

ketika rintik hujan berjatuhan ketika gemuruh angin berhembusan ketika itu ada hati yang sedang merenung ketika itu ada mata yang sedang merunduk rintik hujan datang rintik air mata tertahan dalam sanubarinya

27 Mei 2006

4 tahun berlalu 4 tahun penuh kenangan 4 tahun yang penuh canda tawa 4 tahun lalu apa yang terjadi dikala pagi menjemput dikala waktu itu 27 Mei 2006 sekonyong-konyong jogja digoyang seketika tumpah ruah seisi jogja apa yang terjadi apa yang dikata tak ada yang bisa berkata tak ada yang bisa berucap hilang akal seketika …

Continue reading

Hati

Gundah gulana sepi sunyi, Malam gelap gulita senyap ku terbangun Tangis pilu diharibaan Sang Pemilik Hati Terdengar gaungnya dilangit dikesunyian mimpi indah para pemuja dunia Malam-malam gelap kaulah saksi kesunyian ini Tiada tempat ku mengadu Tiada alas ku bersedih Kubuka lembar demi lembar Kalam Illahi Tetes bulir tak tertahan lagi Siang ku datang langkahku tlah …

Continue reading

Sayup Pemuda

Pemuda berjalan di tengah kota nan ramai Berhamburan kuda-kuda pilihan Bersimpangan bidadari dunia Bergemerlapan permadani nan elok Trus berjalan dan tertunduk malu Pandang lurus kedepan Apa khayalnya ???

Tanya

Ketika satu karakter terpetik “?” Apa jawab nya… Ketika dalam hati terpetik hal itu … Apa jawabnya…. Jalan lurus tak berujung … Dimana mula dan ujungnya … Ketika gemerlap dunia menghilangkan akal manusia … Haruskah larut dalamnya….

Ketidak pastian

Waktu berjalan terus berlalu… Lalu lalang orang sibuk bergantian … Tapi semua terasa sepi dan sunyi … Mengapa diriku senyap di tempat yang rame …. Tiada yang tau jawabnya…