Jalan panjang

Ku menengok belakang jalan begitu panjang
Ku lihat depan jalan terasa masih panjang
Ku coba sebentar berhenti
Ku lihat bayang-bayang begitu banyak di belakang

Jalan ternyata belum berakhir
Masih panjang untuk sebuah akhir
Tak boleh lama berhenti walau terasa perih
Langkah kecil ku mulai walau tertatih

Panas mentari dikala siang
Dingin mencekam dikala malam
Jalan masih panjang tak boleh engkau terjungkal
Jalan masih panjang tataplah kedepan

Mentari di kala senja

Sinar terang mulai memudar
Sinar terang tak memanas lagi
Sinar terang kini mulai merunduk
Sinar terang di langit barat

Mentari engkau bintang kecil yang cantik
Menyinari dunia tak kenal lelah
Mentari kini dirimu telah di senja
Merunduk dan mulai menghilang

Walau engkau tak panas lagi
Walau telah merunduk ke barat
Tapi hangat cahayamu tak kan terlupakan
Tapi indahnya wajahmu akan dirindukan

Kota Pahlawan

Disaat mentari pagi menghangatkan tubuh
Disaat ayam jantan membangunkan tidur
Disaat itu deru semangat di surabaya
Disaat itu deru peluru berlawan bambu runcing

Seru takbir menggema
Menegakkan semangat membara
Bergetar seantero surabaya
Mengangkat senjata untuk merdeka

Surabaya saksi bisu
Surabaya darah mengalir
Surabaya semangat juang
Surabaya kota pahlawan

Aliran air

Mengalir bersama air
Tak berarti hanyut oleh air
Ku berdiri tegak disini
Ku melangkah perlahan disini

Menatap ku di petang itu
Melihat panasnya dunia
Menjadi saksi pertarungan
Melihat gelapnya hati orang

Perlahan ku melangkah
Tak kuat ku ayuh langkah
Beratnya hidup penuh dosa
Beratnya dosa tak dirasa

Germerlap Bintang

Langit malam hitam mencekam
Berdiri sendiri di alam sunyi
Mengaum binatang malam makin mencekam
Berdiri bulu kuduk seorang diri

Melihat seluas alam
Mendengar senandung penghuni malam
Berhias cahaya gemerlap bintang
Mengarungi panjangnya malam membentang

Syukur di hati

Setitik embun jatuh di pagi hari
Menetes di dahi dingin menyejukkan diri
Pagi telah pergi perlahan siang datang sendiri
Semua berjalan iring berganti

Angin datang tapi kita tak meminta
Sejuk sekali menentramkan hati
Begitu indah nikmat ini
Tak terasa sering tak di syukuri

Begitu mudah kata mengumpat
Begitu mudah menyucap keluh
Setetes keringat membuat keluh
Setetes embun tak di syukuri

Tak semua bisa diraih
Tak semua bisa digapai
Tapi ini yang terbaik
Jalani dengan syukur di hati

bintang

tinggi dilangit dirimu
menawan hati ketika ku lihat
seolah kau panggil diriku
membuat mataku tak terpejam untuk melihatmu

mungkin terasa hangat jika di dekatmu
mungkin terasa ingin ku selalu di sampingmu
ketika ku tersadar itu hanyalah angan
karena ku tak pernah merasakan di dekatmu

kerlap-kerlipmu mengetarkan hatiku
membuatku semakin rindu padamu
membuatku selalu memikirkanmu
wahai bintang

ingin tangan ini memelukmu
ingin ku dekap di sisimu
ingin ku berlama-lama di sampingmu
ingin ku dan ingin ku tak terungkap jika di sampingmu
bintang tinggi di langit yang indah

secercah cahaya

Gelap gulita malam mencekam kelam
Tak ada cahaya walau secercah saja
Ku tengok kanan hitam kelam
Ku tengok kiri tetap tanpa cahaya

Jalan kelam terus kujalani
Setapak melangkah dalam getar takut di hati
Langkah lemah mulai terseok
Dalam panjangnya lorong

Tiba-tiba ku tersentak
Terhenti dan terperanjat
Setitik cahaya ada diujung
Secercah harapan baru akan ku temui

Langkah panjang masih akan berat
Walau titik cahaya datang
Begitu panjang lorong itu
Harus kucapai dengan putih cahaya hati

Walau gelap lorong
Tapi tak boleh gelap hati
Masih ada Illahi Rabbi

renungan malam

dalam sunyi ku tertegun
melihat hitamnya langit
merenungi indahnya bintang
mendengar nyanyian katak malam

terlintas betapa seram sunyi itu
terlintas betapa indah alam ini
terlintas begitu hina diri ini

terhanyut dalam relung malam nan indah
menyatu dalam tiap dekapan rembulan
berteman nyanyian penghuni malam

guncangan hebat tiba-tiba datang
bukan gempa atau runtuhnya gedung
guncangan hebat dalam qalbu yang sunyi
mencari tempat berlabuh yang hakiki

kesunyian malam benar-benar menggila
tetes embun mengalir indah di dedaunan berirama
menghiasi tiap relung jiwa yang sepi
menuju sebuah kehidupan hakiki

Air

Menetes perlahan tapi akhirnya menjadi banyak
Itu indah dan bermanfaat
Mengalir deras dan sangat lama
Itu bisa menjadi musibah

Dirimu perlambang kehidupan
Setiap hari ku berjumpa denganmu
Tak lelah kau menyapaku
Tak lelah kau menemaniku

Tapi ku lupa sesuatu
Tak pernah ku ucap kata terima kasih padamu
Tak pernah ku minta maaf padamu
Malah ku sering lupakan dan sia-siakan kamu