Oct 23

setitik tetes di dahi

sepi malam tak bertuan
sepi mencekam untuk tuan
setiap tuan terjaga dalam tidur
setiap mimpi yang tersamar di alam angan

angin menghembus di tengah lapang
angan melayang di ubun-ubun
anak kecil lelap dalam dekapan bunda
alam sunyi menagis sendiri

Dingin malam tuan
Dingin pula dalam hati
Dingin tertular di dahi
Setetes air mengalir di dahi

Oct 22

Jalan hidup

Biar ku bertahan dengan peluh
Perlahan tapi pasti sepeda ku kayuh
Tak ayal panas terik jalanan
Jalan hidup liku ku lalui

Rintang arah tak ku peduli
Jatuh luka tak ku tangisi
Demi sebuah cita yang abadi
Dengan senyuman di hati

Walau tak tau kapan berakhir
Akhir indah yang ku harap
Harap bayang tak bertuan
Tuan kini tak berkata

Oct 19

Angan dan bayang

Angan indah sekali di fikir
Begitu sadar ternyata hanya angan
Tak inginku segera sadar
Tak inginku terbangun dari angan

Bayang hitam kelam dan menakutkan
Tapi kucoba dekati selalu hilang
Itulah bayang begitu kelam tapi tak nyata

Angan dan bayang selalu ada di hayalqu
Angan dan bayang begitu nyata di fikirqu
Angan dan bayang menghiasi mimpiqu
Angan dan bayang memberi sedikit harap

Oct 18

Tabir

Tipis tapi cukup berarti
Dibalikmu ku merasa aman
Dibalikmu ku merasa terlindungi
Dibalikmu ada sebuah rahasia

Tabir coba dirimu bisa bicara
Ketika itu akan terbongkar beribu rahasia
Ketika itu akan terbirit-birit berjuta orang
Ketika itu akan terbuka terang benderang

Bersembunyi dibalikmu begitu nyaman
Dirimu diam tak menyapa siapapun
Dirimu amanah melindungi tiap rahasia
Tapi kini ku tak ingin lagi di balik tabir

Oct 17

Sayup

Alunan suara yang tak asing ditelinga
Merdu sayup terdengar indah
Menemani semilir hembusan di hati

Sayup-sayup terdengar seolah begitu dekat
Sayup-sayup terasa begitu dekat
Sayup-sayup dibalik kerinduan di hati

Oct 16

Senyum

Mentari seolah begitu cepat terbangun
Malam terasa begitu cepat pergi
Silih berganti malam menjadi pagi

Esok yang begitu cepat datang
Mengapa dirimu begitu cepat
Bisakah malam tambah 1 jam saja
Atau pagi mengalahlah 1 jam

Waktu tak pernah bergeser
Perlahan tapi pasti silih berganti
Perjalanan yang akan jauh disana
Senyuman manis di pagi itu akan teringat selalu

Oct 15

Secercah cahaya

Gelap gulita malam
Bulu kudukpun tak kuasa merunduk
Tangis kecil si jabang bayi

Bintang kemana dirimu
Rembulan sembunyikah sekarang
Langit begitu gelap gulita

Secercah cahaya bersinar
Apakah itu ???
Perlahan mendekat dan ku takut

Secercah cahaya mendekat dan menghilang
Secercah cahaya hati dalam keheningan
Secercah cahaya iman dalam kesendirian

Oct 13

Angin

Berhembus semilir dipagi
Menegaklah rambut dan bulu
Sepoi menyejukkan hati

Angin kemana kau pergi
Jauh tak bertepi
Bayangmu lenyap di telan semilirmu

Sepoi terasa tak pernah hilang
Walau semilir telah pergi
Tak pergi sepoi tenang di hati

Angin kau bawa harum ntah dari mana
Ku ingin terbang melihatnya
Mengikuti arah dirimu yang terbang

May 22

Fatamorgana

Angin berhembus menggetarkan hati
Panas terik tak tertahan
Kulihat sekumpulan air disana
Begitu menggiur ingin ku datangi

Lelah ku berjalan terus menglangkah
Tak terasa berat kaki ini
Mengapa air tak kunjung ku dapat
Selalu menjauh tak tau ujungnya

Ku lihat belakang makin menjauh
Ku lihat depan air terngiang
Ku langkah kedepan air menghilang
Ku lihat belakang air tak ada

Fatamorgana kenanganqu
Fatamorgana impianqu
Fatamorgana di siang hari
Fatamorgana di alam fana

Dec 09

Jalan panjang

Ku menengok belakang jalan begitu panjang
Ku lihat depan jalan terasa masih panjang
Ku coba sebentar berhenti
Ku lihat bayang-bayang begitu banyak di belakang

Jalan ternyata belum berakhir
Masih panjang untuk sebuah akhir
Tak boleh lama berhenti walau terasa perih
Langkah kecil ku mulai walau tertatih

Panas mentari dikala siang
Dingin mencekam dikala malam
Jalan masih panjang tak boleh engkau terjungkal
Jalan masih panjang tataplah kedepan

Older posts «

» Newer posts