Daun berguguran

daun

Ketika rembulan paruh di angkasa
Ketika alunan angin menghembus kencang
Ketika suara katak berderu di sunyi malam
Ketika nyanyian anak tlah tak terdengar

Begitu kencangnya angin bertiup
Begitu kuatnya menggetarkan hati
Sepoi tapi dingin
Seolah tak bermata lagi

Kekar pohon pun ikut bergoyang
Ke kanan dan ke kiri
Dedaunan berguguran bak air mata yang tak tertahankan
Dedaunan ikhlas jatuh di tanah yang dingin

Tak ayal kepongpong dan ulat ikut berjatuhan
Tak kenal dinginnya malam
Tak melihat sinar rembulan
Tak tau rasa di hati pohon