Nov 05

Teringat 2006, indahnya ukhuwah

ukhuwah

Gempa 2006 mengingatkan ku pada kisah pilu, sedih dan haru.
Waktu itu UNY sedang ujian semester, malam hari masih ngerjain tugas kuliah di BEM ReMa UNy bersama kang jatmiko, kang dian dan cs, telp free talk mentari ma sahabat di batam.
Habis subuh baru tidur 1 jam gempa terjadi, semua tumpah ruah kehalaman rektorat lama UNY.
Sempat2nya kita cari sarapan pagi karena semua akses info lost, internet mati karena listrik mati.
setelah sarapan pagi kita keliling UNy, tenis indoor ambruk.
sampai di depan mujahidin isu sunami rame, semua motor ke barat.
sampai akhirnya isu menghilang.
Baru jam 12an listrik hidup, semua teman di BEM tak sanggup berkata apa2 setelah melihat TV yang  terjadi begitu dsyatnya.
Siang nya aq meluncur ke klaten, melihat keluarga sempat mampir ke prambanan ketempat paman-bibi dan kakak…
Sampai rumah ternyata begitu parah selma perjalanan, malam dari jogja ke klaten gelap gulita.
Senin paginya seharusnya kita ujian semester, karena dampak yang bergitu dasyat dengan penuh kebijakan Prof. Sugeng (almarhum) memutuskan semua aktifitas akademik kampus diliburkan dan semua komponen kampus membantu ke lokasi bencana gempa (keputusan yang sangat tepat dan membuat haru).
sekitar 3 hari aq diklaten mengunjungi saudara2 yang terkena bencana sampai akhirnya kembali ke jogja.
Dijogja aq sempat jenguk ibu tman sekelasqu yang juga jadi korban.
Waktu itu iseng sms sahabat dilampung (‘Ochie jogja begitu parah gimana tman2 lampung mau bantu tidak’)
Ochie adalah sahabat yang ku kenal dari friendster dan kebetulan sama2 aktifis kampus.
Jawaban yang tidak akan terlupakan (‘Wan minta no rekening kita akan kirim hari ini’)
Rp 1.370.000 uang dikirim hari itu juga dan dimasukkan pos UNY.
Sesampainya dikampus, tengah malam BEM mendapat tamu yang tak di undang sahabat dari BEM Jakarta Raya dan UNILA.
Malam itu rapat mendadak ketua tim mereka dan beberapa pengurus.
Mereka membawa beberapa bantuan dan akan didistribusikan.
Paginya bersama pengurus BEM Jakarta Raya, UNILA dan BEM rema UNY menghadap ke PR III (Prof HErminarto) menyampaikan maksud kedatangan serta meminta bantuan alat transportasi untuk penyaluran, dengan seketika beliau meminjam kan 2 mobil UNY beserta sopirnya kepada TIM JAkarta Raya dan UNILA.
Selama beberapa hari saya dan TIM keliling dari BANTUL, WOnosari sampai klaten menyebar bantuan.
Betapa indahnya arti sebuah kebijakan yang mungkin akan susah jika prosedural dan indahnya ukhuwah pada sesama yang tak akan terlupakan.
Tak akan terlupakan tman2 BEM, Ochie, Prof Sugeng almarhum, Prof Herminarto, BEM Jakarta Raya dan UNILA dihati setiap pelaku perjalanan itu.
Saat ini bencana kembali menggugah hati kita, seluruh sivitas akademis UNY mencoba mengumpulkan sedikit rizqinya untuk saudara lainnya.
Ukhuwah yang indah semoga selalu terbangun sepanjang masa.